Healing Crisis

Segera Upgrade Kosmetik Anda ke Perawatan Kelas Premium Bersama Fixup “Premium Cosmetics”  (Bukan MLM):

Fixup adalah Kosmetik Kelas Premium dengan kandungan bahan aktif Glutathione, Kolagen, Alpha Arbutin, Kojic Acid, Licorice, Apple Extract, Aloevera Extract, Tea Tree Oil, Niacinamide, Vitamin C, dan Vitamin E. Disesuaikan dengan jenis kulit Anda masing-masing. Aman dipakai jangka panjang, berizin BPOM, tanpa efek samping, dan tidak menyebabkan ketergantungan. Aman dipakai ibu hamil dan ibu menyusui.

Tersedia:

  • Paket Acne dan Paket Beauty yang terdiri dari : Facial Wash, Face Toner, Whitening Serum, Day Cream, dan Night Cream.
  • Paket Body Care : Day Body Serum, Night Body Serum, dan Body Wash
  • Produk Fixup Lainnya : Peel Off Mask, Ultimate Beauty Loose Powder, dan Bedak Two Way Cake

Semua dibuat dengan bahan unggulan serta formula khusus kandungan bahan premium : Glutathione, Kolagen, Alpha Arbutin, Kojic Acid, Licorice, Apple Extract, Aloevera Extract, Tea Tree Oil, Niacinamide, Vitamin C, dan Vitamin E.

more info : www.fixup.co.id

==============================================================

HEALING CRISIS :
Bagi sebagian orang setelah mengonsumsi produk herbal terkadang mengalami satu/beberapa reaksi tidak nyaman yang disebut Healing Crisis atau juga tindak balas. Hal ini adalah pertanda baik, menandakan bahwa produk herbal yang dikonsumsi bekerja dengan cepat di tubuh Anda. Biasanya yang langsung merasakan tindak balas/reaksi positif ini adalah mereka yang mengidap suatu penyakit tertentu sejak lama.
Healing crisis/tindak balas merupakan BAGIAN dari proses penyembuhan dimana tubuh memanfaatkan unsur herbal yang dipakai untuk mempercepat penyembuhan. Walaupun merupakan proses yang tidak nyaman, tindak balas bukanlah efek samping karena efek samping merupakan reaksi tubuh MENOLAK pengobatan yang diberikan.
Di bawah ini adalah healing crisis/tindak balas yang mungkin terjadi setelah anda mengonsumsi produk Glutathione :
NO
REAKSI
SEBAB – SEBAB
1
Demam ringan atau badan terasa panas.
Peningkatan peredaran darah menyebabkan metabolism badan meningkat & hawa tubuh dilepaskan mengakibatkan suhu tubuh meningkat.
2
Demam, gelisah, susah tidur.
Pembakaran lemak yang berlebihan, ditukar kedalam bentuk energy.
3
Kotoran berwarna hijau kehitam-hitaman.
Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh Glutathione.
4
Sering buang angin, dada sakit.
Sistem pencernaan yang lemah.
5
Mengantuk, badan terasa lelah.
Darah beracun, fungsi hati yang terganggu, terlalu letih dan terlalu banyak mengkonsumsi obat dan bahan kimia.
6
Pusing, lemah, dan selalu lapar.
Mereka yang menghadapi hipoglisemia atau anemia. Lemak akan dibakar dan kadar gula dalam darah menurun.
7
Diare, buang-buang air besar.
Gangguan pencernaan, Glutathione membantu dalam proses detoksifikasi
8
Sembelit, buang air besar mengeluarkan darah.
Wasir, kurang serat, air dan mineral.
9
Jerawat, bintik-bintik merah, berkeringat.
Jantung lemah, terdapat toksin yang berlebihan di dalam tubuh.
10
Haid atau menstruasi yang tidak teratur.
Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.
11
Hidung berair, asma, batuk-batuk.
Perokok, fungsi respirasi lemah.
12
Bengkak pada wajah & kaki, berat badan naik.
Fungsi ginjal dan hati yang lemah.
13
Tangan dan kaki terasa kaku.
Peredaran darah lemah, kekurangan kalsium.
14
Inflamasi, rasa sakit pada luka lama lebih terasa.
Peredaran darah sedang meningkat utk memperbaiki jaringan/luka.
TINDAK BALAS MEMBANTU MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN
Ya benar, reaksi tindak balas memang membantu mempercepat proses penyembuhan. Namun ini juga bukan berarti jika tidak ada tindak balas, penyembuhan akan jadi lama. Bukan demikian. Semua orang memiliki kondisi metabolisme berbeda, maka ada orang yang memperlihatkan reaksi tindak balas dan ada juga yang tidak. Lain halnya dengan reaksi efek samping, reaksi tidak nyaman karena efek samping akan memperparah kondisi Anda.
Nah, setelah mengetahui perbedaan antara efek samping dengan tindak balas, atau bisa juga disebut dengan Healing Crisis, kiranya Anda tidak akan gampang panik lagi dan tergerak untuk berhenti dari pengobatan alami Anda. Tapi sekali lagi, segera konsultasikan ke pakarnya ketika reaksi tindak balas ini muncul.
Catatan :
Healing Crisis diatas berbeda-beda pada tiap orang, lamanya, kapannya dan derajatnya tergantung pada kondisi masing-masing. Bahkan ada yang tidak merasakan apa-apa kecuali semakin sehat dan bugar. Ketika Anda bergerak menuju keadaan yang lebih sehat dengan penyembuhan alami dan nutrisi yang lebih baik, penyembuhan mulai terjadi. Sebagai bagian dari proses penyembuhan, tubuh mulai melemparkan atau mengeluarkan racun buangan yang telah lama tertimbun dalam tubuh selama bertahun tahun. Proses penyembuhan biasanya tidak terjadi tanpa akibat. Selama proses awal penyembuhan, ketika tubuh Anda mulai membersihkan rumahnya (detoksifikasi) dan energy vital Anda mulai membaik dan membangun kembali organ internal, Anda mungkin mengalami sakit kepala, perasaan tidak nyaman, gejala seperti flu dan capek.
Sangat penting bahwa Anda beristirahat cukup pada saat itu. Gejala gejala tersebut akan berlalu dengan semakin normalnya tubuh Anda kembali pada keadaan sehat. Sementara Anda terus membaik, Anda mungkin mulai suatu proses yang disebut sebagai retracing atau mundur kembali. Anda mungkin merasa lebih buruk sebelum merasa lebih baik. Sebagai contoh, jika Anda terbiasa mendapat bintik pada kulit, bintik bintik mungkin timbul kembali atau semakin parah pada masa tertentu selama tubuh Anda mengurangi racun melalui kulit. Anda mungkin juga mengalami peningkatan jumlah urin, atau Anda mungkin merasa lebih gugup. Pada dasarnya, Anda bukan bertambah buruk, Anda sebenarnya bertambah baik. Pada akhirnya Anda akan mencapai keadaan sehat yang stabil dan lebih baik. Selama proses penyembuhan, sangat penting untuk tidak menghalangi gejala sementara ini dengan obat atau proses penyembuhan ini terganggu.
Data Lab :
Dianjurkan memeriksakan darah di Laboratorium sebelum dan sesudah konsumsi Glutera Glutathione, minimal setelah habis 3 paket. Untuk membuktikan secara obyektif perbaikan kondisi dalam tubuh oleh Glutera Glutathione.